Senin, 16 Mei 2016

Karir VS Buah Hati

Aqila Baroroh 23bulan

Sudah 2 tahun terhitung sejak 1 bulan sebelum Aqila Baroroh anak kedua ku yang kini masuk usia 23 bulan. Waktu terasa cepat jika kita melaluinya dengan santai, bak air mengalir mengikuti arus sungai, akan terasa lamaaaa bingiitt (alay dikit) jika kita menghitungnya pakai acara corat-coret kalender seperti menghitung datangnya tamu bulanan. Hehehehe...

Galau?! So pasti....
Perempuan mana sih gak bakal risau, bisa tidur nyenyak, jika di haruskan memilih "antara karir dan buah hati" menjadi delima tersendiri bagi kaum hawa, termasuk saya. Hiks hiks hiks...
Keduanya sama-sama penting. Impian banyak perempuan meski sudah menikah tetap bisa berkarir itu ruaaaarrrrr biasa bangganya. Apalagi suami mendukung meridloi. Ketika lahir anak pertama semua masih bisa di tolerir, anak masih bisa di ajak ke kantor. Berhubung saya jauh dari orang tua baik orang tua sendiri maupun mertua. Masih menikmati sekali peran jadi ibu muda berputra satu tapi masih tetap exist di kantor itu sesuatu banget, alhamdulillah wasyukurillah rejeki minallah. Planning buat anak kedua masih jauuuuh tak ada dalam angan punya anak kedua secepatnya. Gak mungkin juga haydar anak pertama ku yang masih 14 bulan secara masih butuh banget perhatian extra dan masih ASI, kasihan jika tiba-tiba punya adek.

Rencana tinggal rencana hanya Allah yang Maha Kuasa yang mentukan segalanya. Telat 1 bulan cuek saja, bulan depannya mens seperti biasa lancar. Bulan depannya lagi telat lagi, masih positif thinking saja lah... Paling juga kecapekan. Baru ngerasa gak enak ketika bulan berikutnya hampir akhir bulan kok gak datang-datang juga tamunya. Mulai dech...  Galu bin gelisah. Memberanikan diri bilang ke suami tercinta "abi coba belikan tespek, biar jelas ya dari pada galau terus". Tespek sudah di beli hasilnya....  +++ garis merah dua jelas banget tambah galau, bisa jadi emaknya galau.

Belum bisa menerima?! pastinya, secara masih menyusui anak pertama ku. Merasa bersalah sama si kakak?! Sudah pasti. Terus bagaimana?! Siapa yang mau di salahkan. Untuk menebus kesalahanku, setelah diskusi sama suami atas dukungan suami rapat pleno memutuskan bahwa:" tetap menyusui si kakak meski sedang hamil". Bisa gak ya? Alhamdulillah setelah di jalani suport suami dan keluarga bisa dan setelah melahirkan kakak masih minum ASI sampai usia 2th 5 bulan. Kondisi setiap ibu hamil berbeda ya. Saran saya mendingan konsultasi dulu sama dokter Sp.Og emak. Go ASI emak-emak...

Back to karir lagi ya...
Keputusan untuk resign akhirnya ketok Palu. Ya sudah lah di jalanin saja. Untuk kedepannya pasti ada yang lebih baik lagi. Kita kerja buat apa dan buat siapa sih...? Anak kan.... Allah sudah memberikan rejeki yang amat mahal harganya. Tidak bisa di hitung nominalnya. Suat saat pasti kita bisa menemukan jalan untuk tetep exist dan produktif sebagai IRT dan wanita karir. Berkarya tidak harus di kantor, di rumah juga bisa sambil mengawasi, menjaga anak-anak, melihat tumbuh kembang mereka. Dan itu semua tidak akan bisa terulang untuk kedua kali.

Semangat ya moms, gak usah galau. Hidup itu pilihan.


Salam ummu haydar aqila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar