Bersama MS 40 dan Alamin putri
Hampir 10 tahun kaki ini menapak di bumi kota Mojokerto, kota yang khas dengan jajanan Onde-Onde. 03 September 2006 saya dan ketiga teman seperjuangan termasuk orang yang beruntung, bagaimana tidak?! Kami berempat mendapatkan job sebelum hari H penerimaan sertifikat kelulusan dari tempat kami menimba ilmu di BEC (Basic English Course) Pare Kediri Jawa Timur atau lebih dikenal dengan Kampung Inggris. Bahasa Inggris pelajaran yang tidak begitu saya suka ketika masih menjadi seorang murid. Tapi rasa itu berubah jadi SUKA SEKALI ketika menjadi student of BEC. Saya suka dimana ketika kita berbicara bahasa inggris disemua aktifitas meski sudah pulang di rumah kost. Suasana seperti itulah yang membuat rindu untuk kembali.
Mojokerto adalah pilihan kami untuk berbagi ilmu. Mengajar Non formal di sebuah pondok pesantren ketika mereka usai menjalankan aktifitas di sekolah formal itu tantangan yang luar biasa. Menghilangkan rasa malas, penat, capek setelah mereka seharian di sekolah itu tidak mudah. Menumbuhkan semangat untuk menggunakan bahasa Inggris dalam aktifitas sehari-hari mereka itu tantangan yang luar biasa. Harus bisa mengambil celah, situasi dan kondisi yang tepat. Ketika mereka sedang santai ngobrol tak jarang kami memanfaatkan waktu untuk mengasah kemampuan mereka. Sejauh mana tahap keberhasilan kami selama pemberian materi. Ngobrol santai tapi bermakna.
4 sekawan bersama santri putri Alkhodijah
Memantau dalam kebahasaan mereka tak cukup maksimal jika hanya dilakukan ketika mereka dalam asrama. Ketika di lingkungan sekolah itu menjadi tolak ukur berhasil tidaknya program kebahasaan itu sendiri. Ketika itu saya diberikan tugas tambahan sebagai Staf administrasi di sekolah formal. Hal itu menjadikan program tambahan buat saya dan tentunya mempermudah dalam pengawasan dalam percakapan bahasa inggris mereka. Menanamkan pada diri mereka bahwa bahasa inggris adalah bahasa Internasional. Kelak akan bermanfaat bagi mereka dalam melanjutkan study kejenjang lebih tinggi ataupun ketika mereka hidup di negeri orang. Sehingga munculah program dimana mereka harus menggunakan bahasa Inggris ketika berinteraksi di lingkungan sekolah baik berbicara kepada guru maupun teman. Dan yang paling ekstrim No English No Service ketika masuk kantor administrasi. Sehingga program itu membuat semangat untuk belajar dan praktek berbicara bahasa Inggris tak hanya murid tapi guru-guru dan para staf.
Maaf untuk murid-muridku atas khilaf selama kebersamaan kita. Semoga barokah ilmu kalian. Tidak akan ada perjuangan yang sia-sia. I'm proud of you...


Pengin nangis mis bacanya. Penuh inspirasi...
BalasHapustulisannya bgs. Dinanti tulisan2 selanjutnya
Alhamdulillah semoga bermanfaat,mengenang ketika babat alas, hehehehehehe
BalasHapusSemoga menjadi semangat buat teman-teman yang lain. Semua harus dari hati dan team work yang baik, bukan kerja Sendiri-sendiri.
Alhamdulillah benar2 baru sy rasakan skr. Betapa bljr bing di pesantren sgt bermanfaat di bangku kuliah. Terimakasih untuk semuanya miss:)
BalasHapusAlhamdulillah,barokallah. Hal yang terpenting adalah praktek ya untuk tetap bisa berkembang.😊
BalasHapus